Kamis, 30 Juli 2020

IMAN KEPADA QADHA DAN QADAR


IMAN KEPADA QAHA DAN QADAR

A.    Pengertian Qada dan Qadar
Qada dan qadar atau takdir berasal dari bahasa Arab. Qada menurut bahasa Arab berarti ketetapan, ketentuan, ukuran, takaran, atau sifat. Qada menurut istilah, yaitu ketetapan Allah yang tercatat di Lauh Mahfuz (papan yang terpelihara) sejak zaman azali. Ketetapan ini sesuai dengan kehendak-Nya dan berlaku untuk seluruh, makhluk atau alam semesta. Adapun qadar atau takdir yaitu ketetapan yang telah terjadi.
Dengan kata lain, takdir merupakan perwujudan atau realisasi dari qada. Hubungan antara qada dan qadar sangat erat dan tidak dapat dipisahkan. Qada adalah ketetapan yang masih bersifat rencana dan ketika rencana itu sudah menjadi kenyataan, maka kejadian nyata itu bernama qadar atau takdir. Dalam kehidupan sehari-hari, kita terbiasa menggunakan kata-kata takdir, padahal yang dimaksud adalah qada dan qadar. Takdir itu sendiri dibagi atas dua hal, yaitu takdir mubram dan takdir muallaq.
1.      Takdir Mubram
Takdir mubram, yaitu takdir atau ketetapan Allah yang tidak dapat diubah atau tidak dapat diubah oleh siapa pun. Contoh-contoh takdir mubram antara lain sebagai berikut.
a.   Setiap makhluk pasti akan mengalami mati atau seseorang pasti hanya punya satu ibu kandung. Firman Allah swt.
 Artinya: "tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu." (QS Ali Imran: 185)
b.      Manusia pasti mempunyai akal, pikiran, dan perasaan.
c.    Di alam semesta ini setiap benda bergerak menurut sunatullah. Artinya, segala sesuatu berjalan menurut hukum kekuatan, ukuran, sebab, dan akibat yang telah digariskan Allah.
Kayu mempunyai kemampuan berbeda dengan besi, manusia berbeda kekuatan tenaganya dibandingkan dengan gajah, matahari, bulan, bintang, dan planet-planet hingga benda-benda yang terkecil bergerak sesuai dengan garisnya, dan waktu tak pernah berhenti.
2.    Takdir Muallaq 
    Takdir muallaq, yaitu takdir yang masih dapat diubah melalui usaha manusia. Setiap hamba diberi peluang atau kesempatan oleh Allah untuk berusaha mengubah keadaan dirinya menjadi lebih baik. Firman Allah swt.
 
           Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka                    mau     mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. " (QS At Ra'd: 11)

B.     Dalil Naqli dan Aqli tentang Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar
Dalil naqli adalah dalil yang diambil dari Al Quran dan hadis. Banyak sekali dalil mengenai keimanan terhadap qada dan qadar, antara lain sebagai berikut.
1.      Firman Allah swt.
    Artinya: Katakanlah, sesekali-sekali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada Allah orang beriman harus bertawakal." (QS At Taubah: 51)

2.      Firman Allah swt.
 Artinya: "Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran." (QS Al Qamar: 49)
  
3.      Firman Allah swt.

Artinya: "maka apabila telah tiba waktu (yang telah ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak pula mendahulukannya." (QS An Nahl: 61)

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dikatakan bahwa telah diperintahkan kepada Malaikat fibril supaya menulis empat perkara, yaitu rezekinya, ajalnya, amalnya, dan nasib rugi atau beruntungnya.
Adapun dalil aqli adalah dalil yang diambil dari akal yang sehat. Akal sehat membenarkan adanya kejadian di luar kehendak dan perhitungan akal manusia. Akal sehat juga mengakui adanya peraturan, ukuran, undang-undang, sifat, serta hukum alam atau sunatullah yang berlaku bagi alam semesta, umpamanya api bersifat panas, tanah bersifat padat, atau air laut terasa asin.
Orang yang ingin pintar harus belajar, ingin kaya harus berusaha, dan ingin merdeka harus berjuang. Allah telah membuat ketentuan takdir bahwa untuk mencapai sesuatu harus dengan berusaha, sedangkan ketentuan-ketentuan itu tidak dapat diubah. Firman Allah swt.
Artinya: "Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah. " (QS Al Ahzab: 62) 
Artinya: Dan Dia telah menciptakan segala sesuatu dan Dia menetapkan ukurannya dengan serapi-rapinya " (QS Al Furqan: 2)
C.    Fungsi Iman kepada Qada dan Qadar datam kehidupan Sehari-­hari
Islam itu ajaran yang tinggi (mulia), bersifat universal, sangat sesuai dengan fitrah, suci, indah, sempurna, dan tidak ada ajaran lain yang mampu menandinginya. Salah satu pokok ajarannya ialah keimanan pada qada dan qadar. Setiap muslim dan muslimah wajib beriman bahwa ada qada dan qadar Allah yang beriaku untuk seluruh makhluk-Nya, balk takdir yang menguntungkan dirinya atau sesuai keinginannya maupun sebaliknya. Apa pun kenyataannya, kita harus yakin bahwa di balik setiap takdir yang terjadi pasti mengandung hikmah bagi manusia.
Di antara fungsi beriman pada qada dan qadar dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut.
1.      Mendorong Kemajuan dan Kemakmuran
2.      Menghindari Sifat Sombong
3.      Melatih Berhusnuzan (Baik Sangka)
4.      Melatih Kesabaran
5.      Terhindar dari Sifat Ragu dan Penakut

D.    Perilaku Cerminan Iman Kepada Qada dan Qadar
Beberapa contoh perilaku yang mencerminkan iman kepada qada dan gadar, antara lain sebagai berikut;
1.   Yakin terhadap qada dan qadar dari Allah karena pada hakikatnya qada dan qadar tersebut sangat logis (masuk akal). Apabila kita sulit memahaminya, maka hal tersebut berarti bahwa kita sendiri yang belum memiliki pemahaman secara menyeluruh mengenai hal tersebut.
2.   Pemahaman yang menyeluruh mengenai qada dan qadar akan melahirkan pribadi yang mau bekerja keras dalam meraih sesuatu.
3.  Allah tidak akan menyalami hukum-Nya (sunatullah) sehingga manusia harus yakin akan kekuasaan-Nya atas hidup dan kehidupan manusia.
4.      Kita tidak boleh sombong apabila kita berhasil meraih sesuatu karena semua itu tidak semata-mata atas usaha kita sendiri.
5.      Tidak boleh putus asa karena senantiasa husnuzan pada keadilan Allah.
6.  Mampu menyusun strategi, khususnya dalam hal pekerjaan sehingga hasilnya efektif dun efisien.

Minggu, 12 Juli 2020

Semangat Beribadah Dengan Meyakini Hari Akhir


 Semangat Beribadah Dengan Meyakini Hari Akhir

1.    Pengertian iman kepada hari akhir (kiamat)
Adalah mempercayai dan menyakini bahwa seluruh alam semesta dan segala seisinya pada suatu saat nanti akan mengalami kehancuran dan mengakui bahwa setelah kehidupan iniakan ada kehidupan yang kekal yaitu akhirat. Pengertian iman kepada hari akhir/kiamat terbagi dua yaitu pengertian iman kepada hari akhir menurut bahasa dan pengertian hari akhir menurut istilah.
Pengertian iman kepada hari akhir menurut bahasa (etimologi) adalah percaya akan datangnya hari akhir/kiamat.  Sedangkan Pengertian iman kepada hari akhir menurut istilah (terminologi) adalah mempercayai dan menyakini akan adanya kehidupan yang kekal dan abadi setelah kehidupan ini. 
Pengertian hari akhir/kiamat juga terbagi dua yakni pengertian hari akhir menurut bahasa dan pengertian hari akhir menurut istilah. Pengertian hari akhir menurut bahasa (etimologi) adalah hari berakhirnya segala sesuatu yang ada dimuka bumi. Sedangkan pengertian hari akhir menurut istilah (terminologi) adalah peristiwa dimana alam semesta beserta isinya hancur luluh yang akan membunuh semua makhluk didalamnya tanpa terkecuali.

2.    Dasar hukum hari kiamat menurut Al- Qur’an
a.    Stiap yang hidup akan mengalami kematian (QS. Ali Imran: 185)
b.    Datangnya hari kiamat ditandai dengan tiupan sang sakala. ( Q.S.An- Naml : 87
c.  Bumi digoncangkan sekuat kuatnya hingga mengeluar kan isi yang dikandungnya  (QS. Al- Zalzalah : 1 – 5)
d.   Gunung-gunung kemudian pecah berterbangan menjadi pasir  (QS. Al-  Haqqah : 14)
e.    Matahari di gulung, bintang-bintang berjatuhan dan laut meluap. (QS. Al- Infithor : 1 – 3)
f. Manusia tidak dapat menolong manusia lainnya, bahkan seorang ayah terhadap anaknya sendiri. (QS. Lukman : 33)
   
3.    Macam-macam Hari Akhir
Ø Sugra (Kiamat Kecil) : Pengertian kiamat sugra adalah kejadian hancurnya jagat raya dengan skala kecil, Misalnya tanda-tanda kiamat sugra adalah kematian, bencana alam seperti, tsunami, gempa bumi, banjir, gunung meletus, , dan sebagainya. Setelah seseorang mati, rohnya akan berada di alam Barzah atau alam kubur, alam barzah adalah alam antara dunia dan akhirat. Kiamat sugra sering terjadi dilingkungan kita yang merupakan suatu teguran Allah swt.
Ø Kiamat Kubra (Kiamat Besar) : Pengertian kiamat kubra adalah kejadian hancurnya alam semesta beserta isinya atau hancurnya alam semesta seluruhnya termasuk semua penghuni-penghuninya, seperti manusia, hewan, tumbuhan dan tanda dimulainya kehidupan di akhirat serta Manusia akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatannya yang pernah dibuat sewaktu hidup. Tanda-tanda kiamat kubra adalah munculnya dajjal, matahari terbit dari barat, turunnya ya'juj dan ma'juj. 

4. Tanda-Tanda Hari Akhir/Kiamat
Ø Tanda-Tanda  Kecil/ Kiamat Kecil
· Diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai nabi terakhir
· Banyaknya terjadi bencana alam, misalnya gempa bumi, tanah longsor, dan lain-lain 
· Banyaknya jumlah kaum perempuan dibanding laki-laki
· Adanya golongan besar yang saling membunuh, namun sama-sama mengakui dirinnya untuk memperjuangkan agama islam. 
· Fitnah yang merajalela dengan menimpa kehidupan manusia
· Banyaknya jumlah pembunuhan disebabkan hal yang sepele atau kecil. 
· Segala hal atau urusan dipegang oleh bukan ahlinya. 
· Manusia tidak memperdulikan lagi ilmu agama
· Adanya Laki-laki telah menyerupai wanita atau sebaliknya 
· Timbulnya pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan
· Merajalelanya kemaksiatan
· Minuman keras yang merajalela.
Ø Tanda-Tanda Besar/Kiamat Besar 
· Munculnya binatang-binatang yang dapat bicara
· Al-Qur'an tidak dianggap lagi sebagai pedoman hidup, melainkan hanya sekadar bahan bacaan biasa
· Munculnya Ya'juj dan Ma'juj, yaitu bangsa yang gemar dengan membuat kerusakan dibumi. 
· Banyak manusia yang menjadi kufur dan murtad. 
· Munculnya dajjal. Makhluk penyebar fitnah yang membuat manusia meninggalkan agama islam. 
· Matahari terbit dari barat dan terbenam dari arah timur. 
5.    Fungsi Iman Kepada Hari Kiamat
      Fungsi iman kepada hari kiamat adalah sebagai berikut..
ü Menyadari bahwa alam seisinya akan hancur lebur maka setiap orang muslim harus banyak melakukan amal kebaikan serta menjauhi segala amal perbuatan yang tidak baik atau menjauhi larangan Allah swt. 
ü Mengingat bahwa hidup di dunia ini merupakan sawah ladang kehidupan alam akhirat atau merupakan jembatan untuk menuju ke alam akhirat maka kita harus membelanjakan atau menginfakkan sebagian harga untuk menghindari diri dari sifat rakus, tamak, dan kikir. 
ü Berani dan tidak takut mati karena membela agama, serta menegakkan dan menjunjung tinggi agama Islam.
ü iri terhadap kenikmatan yang diperoleh orang lain. 
ü Dapat menenteramkan jiwa orang yang mendapat perlakukan kurang adil    

6.    Peristiwa-Peristiwa Setelah Hari Akhir/Kiamat
Peristiwa-peristiwa yang akan dialami oleh manusia di hari akhir adalah sebagai berikut:
  • Yaumul Barzah
  • Barzakh secara bahasa berarti pembatas atau dinding. Pengertian yaumul barzah aadlah hari penantian manusia di alam kubur setelah meninggal. Barzah batas atau perantara antara alam dunia dan alam akhirat. Di alam inilah manusia akan menunggu hari kebangkitan. Kejadian-kejadian yang akan dihadapi manusia di alam barzah adalah pertanyaan dari malaikat Munkar dan Nakir, Manusia akan diperiksa amal perbuatannya dan keimanannya ibadahnya oleh malaikat Munkar dan Nakir, Nikmat dan siksa kubur.
  • Yaumul Ba'as
  • Pengertian Yaumul Ba'as adalah hari bangkitnya seluruh makhluk dari kuburnya, sejak manusia pertama hingga berakhir. Penegasan Allah SWT terhadapnya hari kebangkitan terdapat dalam Q.S. An Nahl ayat 38, artinya : "Mereka bersumpah dengan nama Allah dengan sumpahnya yang sungguh-sungguh : "Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati". (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitnya), sebagai suatu janji yang benar dari Allah, akan tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. (Q.S. An Nahl :38). dan Surat Yaasin ayat 51, artinya : " Dan ditiuplah sasangkala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera di kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka. (Q.S. Yaasin :51).
  • Yaumul Hasyr (Hari berkumpulnya manusia) : Pengertian Yaumul Hasyr adalah fase manusia digiring ke suatu tempat yang bernama Padang Mahsyar  setelah kebangkitan dari kubur. Allah SWT berfirman : "Dan kami kumpulkan mereka, maka kami tidak meninggalkan mereka seorang pun". (Q.S. Al Kahli : 47).
  • Yaumul Hisab (Hari Perhitungan) : Pengertian Yaumul Hisab adalah hari manusia dihisab, dihitung dan ditimbang amal perbuatannya selama dunia akhirat. Allah SWT berfirman : "Kami  akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah yang dirugikan seseorang barang sedikit pun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawi pun pasti kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah Kami sebagai pembuat perhitungan. "(Q.S. Al-Anbiya : 47).
  • Yaumul Jaza' (Hari Pembalasan) : Pengertian yaumul jaza' adalah hari ketika Allah SWT memberi keputusan kepada manusia.
  • Surga dan Neraka : Surga adalah tempat yang penuh dengan berbagai kenikmatan, yang disediakan Allah bagi orang-orang yang bertakwa, Sedangkan Neraka adalah tempat yang penuh dengan berbagai siksaan, yang disediakan Allah bagi orang-orang yang durhaka. 

   5. Hikmah Beriman Kepada Hari Akhir/Kiamat
·      Memperkuat keyakinan bahwa Allah SWT Mahakuasa dan Mahaadil. 
·     Memberikan dorongan untuk membiasakan diri dengan sikap dan perilaku terpuji (akhlaqul-karimah) dan menjauhkan diri dari sikap serta perilaku tercela (akhlaqul-mazmumah)
·  Memberi dorongan untuk bersikap optimis dan tawakal, serta sabar meskipun tertimpa berbagai kemalangan. 

Jumat, 06 Maret 2020

MATERI PEMBELAJARAN UJIAN SEKOLAH SMAN 4 PURWOKERTO TP. 2019/2020


MATERI PEMBELAJARAN UJIAN SEKOLAH (US)
SMA NEGERI 4 PURWOKERTO
TAHUN PELAJARAN 2019/2020


No
Kompetensi Dasar
Bahan/ Kls
Konten/Materi
1
3.2. Menganalisis Q.S. al-Isra/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina

X
Makna Q.S. al-Isra'/17: 32, dan Q.S. an-Nur/24: 2, serta hadis tentang larangan pergaulan bebas dan perbuatan zina

2
3.1.Menganalisis Q.S. al-Hujurat /49: 10 dan 12; serta hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)
X

Makna Q.S. al-Hujurat /49: 10 dan 12; serta hadis tentang kontrol diri (mujahadah an-nafs), prasangka baik (husnuzzhan), dan persaudaraan (ukhuwah)

3
3.1. Menganalisis makna Q.S. al-Maidah/ 5: 48; Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at-Taubah /9: 105 serta Hadits  tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja
XI
Makna Q.S. al-Maidah/5:48; Q.S. an-Nisa/4: 59; dan Q.S. at-Taubah /9: 105 serta Hadits tentang taat pada aturan, kompetisi dalam kebaikan, dan etos kerja
4
3.2. Menganalisis makna Q.S. Yunus/10: 40-41 dan Q.S. al-Maidah /5: 32, serta Hadis tentang toleransi dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan
XI
Makna Q.S. Yunus/10: 40-41 dan Q.S. al-Maidah /5: 32, serta hadits tentang toleransi dan menghindarkan diri dari tindak kekerasan
5
3.1. Menganalisis dan mengevaluasi makna Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159, serta Hadis tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis

XII

Makna Q.S. Ali Imran/3: 190-191, dan Q.S. Ali Imran/3: 159, serta hadits tentang berpikir kritis dan bersikap demokratis

6
3.2. Menganalisis dan mengevaluasi makna Q.S. Luqman/31: 13-14 dan Q.S. al-Baqarah/2: 83, serta hadis tentang kewajiban beribadah dan bersyukur kepada Allah serta berbuat sesama manusia

XII
Makna Q.S. Luqman/31: 13-14 dan Q.S. al-Baqarah/2: 83, serta hadis tentang kewajiban beribadah dan bersyukur kepada Allah serta berbuat sesama manusia
7
3.3. Menganalisis makna al-Asma’  al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir
X
Makna  al-Asma’ al-Husna: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-Matin, al-Jami’, al-‘Adl, dan al-Akhir
8
3.4. Menganalisis makna beriman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
X
Makna  iman kepada malaikat-malaikat Allah Swt.
9
3.3. Menganalisis makna iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

XI

Makna iman kepada kitab-kitab Allah Swt.

10
3.4. Menganalisis makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
XI
Makna iman kepada rasul-rasul Allah Swt.
11
3.3. Menganalisis dan mengevaluasi makna iman kepada hari akhir
XII
Makna iman kepada hari akhir
12
3.4. Menganalisis dan mengevaluasi makna iman kepada qadha dan qadar
XII
Makna iman kepada qadha dan qadar

13
3.5. Menganalisis ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam
X
Ketentuan berpakaian sesuai syariat Islam
14
3.6. Menganalisis manfaat kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
X
Kejujuran dalam kehidupan sehari-hari
15
3.7. Menganalisis semangat menuntut ilmu
X
Semangat menuntut ilmu
16
3.5. Menganalisis makna Syaja’ah (berani membela kebenaran) dalam kehidupan sehari-hari
XI
Makna syaja’ah (berani membela kebenaran) dalam kehidupan sehari-hari
17
3.6. Menganalisis perilaku hormat dan patuh kepada orang tua dan guru

XI
Hormat dan patuh kepada orang tua dan guru
18

3.5. Menganalisis dan mengevaluasi perilaku kerja keras dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat

XII


Perilaku kerja keras dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari yang berkembang di masyarakat

20
3.8. Menganalisis kedudukan al-Quran, Hadis, daijtihad sebagai sumber hukum Islam.
X
Kedudukan al-Quran, Hadis, daijtihad sebagai sumber hukum Islam.
21
3.9. Menganalisis hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf bagi individu dan masyarakat
 X
Hikmah ibadah haji, zakat, dan wakaf
22

3.7. Menganalisis pelaksanaan penyelenggaraan jenazah.
 XI
Penyelenggaraan jenazah.
23
3.8. Menganalisis pelaksanaan khutbah, tabligh, dan dakwah.
 XI
Khutbah, tabligh, dan dakwah
24
3.9. Menelaah prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam
XI
Prinsip-prinsip dan praktik ekonomi dalam Islam
25
3.6. Menganalisis dan mengevaluasi ketentuan pernikahan dalam Islam.

XII
Ketentuan  pernikahan dalam Islam
26

3.7. Menganalisis dan mengevaluasi ketentuan waris dalam Islam.
 XII
Ketentuan waris dalam Islam.
27
3.10. Menganalisis Substansi dan strategi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah
X
Substansi dan strategi keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw di Makkah
28
3.11.Menganalisis substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah
X
Substansi, strategi, dan keberhasilan dakwah Nabi Muhammad saw. di Madinah
29
3.10. Menelaah perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan
XI
Perkembangan peradaban Islam pada masa kejayaan
30
3.11.Menelaah perkembangan Islam
pada masa modern (1800-sekarang)
XI
Perkembangan Islam
pada masa modern (1800-sekarang)


Guru PAI-BP



 Dudiyono, M.Pd.I
NIP. 197812242007101001