Selasa, 30 November 2010

Tsa'labah bin Hatib ( Ada Hikmah Dibalik Kisah )

Hikmah Dibalik Kisah Tsa'labah*)

           Tsa'labah adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad SAW, yang hidup di bawah garis kemiskinan. Ia tidak memiliki pekerjaan ataupun penghasilan yang tetap. Ia hanya memiliki satu pasang baju bersih yang ia gunakan secara bergantian dengan istrinya ketika akan melaksanakan shalat. Oleh karenanya ia senantiasa pulang lebih awal setelah salat jamaah di masjid karena pakaian yang dipakainya harus bergantian dengan istrinya yang juga akan melaksanakan salat.
          Suatu ketika Tsa'labah mendekat kepada Rasulullah seraya berbisik dengan penuh harap, "ya Rasulullah berdoalah untuk diriku, agar aku dikaruniai rezeki yang melimpah ruah". Rasulpun terkejut kemudian memandang sejenak dengan penuh kasihan , seraya berkata kepada Tsa'labah; "celakalah engkau Tsa'labah ...... sedikit harta tapi engkau tetap bersykur itu lebih baik daripada harta melimpah akan tetapi engkau tak mampu untuk mensyukurinya." Akan tetapi Tsa'labah terus memohon kepada Rasulullah dan ia berjanji jika ia menjadi kaya nanti akan memberikan sebagian hartanya di jalan Allah Swt. Dan Rasulullah pun kemudian berdoa : "ya Allah berikanlah Tsa'labah rezeki harta, berikanlah ia kambing." Allah Swt mengabulkan doa Rasulullah SAW., Tsa'labah kemudian memiliki domba yang begitu banyak, semakin hari domba Tsa'labah semakin banyak dan bertambah banyak, sehingga ia memiliki banyak kelompok peternak domba miliki Tsa'labah.
            Domba Tsa'labah begitu banyak, sehingga ia sibuk mengurusi domba ternaknya itu, Tsa'labah yang pada awalnya rajin shalat berjamaah, mulai berubah frekuensi shalat jama'ahnya, bahkan sehari semalam ia tidak lagi lengkap menjalankan shalat lima waktu. Ia hanya sempat shalat Dhuhur dan Ashar dan pada hari selanjutnya ia hanya sempat menjalankan shalat jumat saja, sampai shalat jumatpun ia tinggalkan karena begitu sibuknya mengurusi dombanya itu yang begitu banyak. Mendengar kondisi Ts'labah yang demikian itu Rasulullah kemudian bersabda : "Rugilah Tsa'labah, rugilah Tsa'labah, rugilah Tsa'labah." kemudian disaat beliau bersabda turun juga QS. At Taubah ayat 103 tentang Zakat yang artinya :
"ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka"
               Rasulullah menjalankan perinta Allah tersebut di atas, kemudian Rasulullah mengutus sahabat beliau untuk meminta zakat dari sebagian harta yang dimiliki oleh Tsa'labah. Akan tetapi ternyata Tsa'labah menolak dengan cara yang kasar, dan Tsa'labahpun berkata : "Perkara ini tidak lain adalah sebuah upeti." ....................
"Apa...????"  sahabat yang diberi tugas oleh Rasulullah untuk menarik zakatpun terkejut ketika mendengan ucapan Tsa'labah itu. Kemudian sahabat Rasulullah SAW kembali kepada Rasulullah untuk menyampaikan apa yang terjadi dan dilakukan Tsa'labah. Rasulpun kecewa terhadap ucapan Tsa'labah ketika mendengar penjelasan dari sahabat, kemudian beliau berkata ; " celakalah engkau wahai Tsa'labah." Kemudian turunlah wahyu Allah QS. at Taubah : 75-78...dimana ketika ayat tersebut dibacakan Tsa'labah terkejut, bahwa ia termasuk golongan yang telah melanggar janji yang pernah ia ucapkan. Kemudian Tsa'labah segera menemui Rasulullah dengan membawa harta yang sepatutnya dikeluarkan untuk berzakat, akan tetapi kemudian Rasulullah SAW bersabda : " sesungguhnya Allah telah mencegah padaku untuk menerima zakat darimu." Pada akhirnya, setelah wafatnya Rasulullah SAW, para sahabat tidak mau lagi menerima zakat Tsa'labah, akhirnya seumur hidup Tsa'labah merasa tersiksa karena zakat yang ia keluarkan tidak diterima oleh Allah SWT.
               Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari kisah tersebut diatas, sehingga mampu menjadi manusia yang ikhlas dalam berzakat ataupun shodaqah sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah SWT atas kenikmatan yang telah dianugrahkan kepada kita.

Wallahu a'lam bisshawaab
diolah dari berbagai sumber.......




     
     


1 komentar:

  1. Tsa’labah yang diceritakan di sini sebenarnya adalah salah seorang dari mereka yang menyertai peperangan Badar. Sebagaimana dimaklumi, ahli Badar telah dijamin syurga oleh Rasulullah s.a.w. Dengan kenyataan ini tidak timbul soal keingkaran dan seterusnya mati dalam kekufuran. Riwayat ini adalah bermotif jahat untuk memburukkan sahabat r.a. Bila diteliti, di antara mereka yang mengaitkan Tsa’labah dengan perbuatan derhaka ini ialah Ali bin Zaid. Seorang yang dituduh sebagai penganut Syiah oleh majoriti ulama’ rijal. Sesuai dengan fahaman Syiah yang sentiasa mencari peluang untuk memburukkan sahabat r.a. ( yang sebenarnya untuk menyerang peribadi Rasulullah s.a.w. juga) , cerita ini adalah salah satu senjata yang nampaknya tepat pada sasaran dan kini , ulama-ulama ahli Sunnah pula mengambil tempat mempopularkan hikayat karut ini.



    Persoalan kedua, mengapakah Rasulullah s.a.w. menolak taubat dari seorang mukmin yang telah menyesali kesalahannya. Bukankah Rasulullah s.a.w. bekerja tanpa henti untuk menarik manusia kepada Islam dan mengingatkan mereka supaya sentiasa bertaubat. Dan adalah tidak masuk akal untuk mengatakan Rasulullah s.a.w. merajuk kerana tidak ditaati bila baginda memerintahkan untuk dipungut zakat pada pertama kalinya.

    BalasHapus